Tiga hari
sebelum tahun 2020, ia duduk menghadap laptop. Malam mengalir pelan. Hujan turun terlambat, udara terasa gerah. Istri dan anaknya sudah lelap.
Lelaki itu tak tahu ingin menulis apa, sampai kemudian terbersit dalam pikirannya untuk
membuat semacam catatan harian yang bisa ia tulis sambil lalu, saat senggang
atau di sela-sela rutinitas pekerjaan
kantor. Ya, ia pengin ngeblog lagi. Sesuatu yang pernah ia
lakukan di masa lalu. Ia pernah punya blog bagus, tapi kini tak diurusnya lagi,
beberapa postingan bahkan sudah ia hapus. Ia sering malu sendiri membaca
tulisannya dahulu.
Demikianlah, di usianya yang sudah 42 tahun, ia ingin
berbagi tentang banyak hal pada orang- orang melalui tulisan. Sebenarnya di era
digital seperti sekarang, banyak sarana dapat ia gunakan untuk melakukan itu.
Ada banyak media sosial seperti facebook, twitter, atau instagram dan youtube
yang lebih dominan dengan
konten video, namun ia tetap memilih blog walau sebenarnya ia juga punya akun-akun
media sosial tersebut,
tetapi tak lebih sebagai sarana silaturahim dan mencari informasi. Terlalu norak baginya yang sudah
kepala empat bermain di
media sosial yang lebih terkesan 'unjuk
diri' itu. Ia ingin tenang dan menikmati
apa yang dilakukannya tanpa ingin mendapat respon balik dari orang lain. Yang utama, dengan menulis di blog,
paling tidak ia ingin terus mengasah kemampuannya menulis dan menyusun
kata-kata dengan lebih
baik.
Lelaki itu kemudian mulai membuat blog baru dengan email
cadangannya. Ia berpikir dan mencari nama yang tepat untuk blog tersebut. Yang
pasti, ia tak ingin menggunakan nama blognya yang lama. Ia ingin membuat hal yang
baru, dengan suasana dan semangat baru. Utak-atik nama, akhirnya jadilah blog
ala kadarnya itu. Magnet Kata, demikian alamat blognya. Ia tak tahu mengapa ia bisa menggunakan nama itu. Mungkin
karena nama itulah yang ia temukan dan tidak ditolak oleh blogspot (domain yang
ia gunakan)—setelah beberapa nama yang ia anggap bagus terpental.
Ia tersenyum lega. Dalam benaknya terbayang di hari-hari mendatang, ia akan sengkut
menulis di blog tersebut lewat laptop, komputer kantor,
android, atau sarana lain yang bisa ia pakai di berbagai
kesempatan yang
memungkinkan.
Lelaki itu bergumam lirih, “Semoga saja...”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar